Friday, June 5, 2015

5 juni 2015- ojek syahdan

mereka penduduk yang beragam ada jakarta dan jawa. mereka mensyukuri aja mereka dapat pekerjaan ini.pendapatanya pun sama Rp.100000-Rp.150000. dan mereka senang dengan pekerjaan mereka, suka mereka kenal banyak orang dan mengetahui tempat baru. duka nya terkadang banyak pelanggan memilih-milih tukang ojek. mereka juga takut dibegal tapi mereka mensyukuri aja.









tanggal 21 mei 2015-ojek mandala

mereka asli penduduk jakarta, dan mereka tidak ada kerjaan lain, hanya menjadi tukang ojek saja pendapatanya pun sama Rp.100000-Rp.150000. dan mereka tetap mensyukuri pekerjaan mereka ini, dengan pekerjaan yang halal. suka mereka banyak mendapatkan/mengetahui tempat-tempat di jakarta yang mereka kurang tahu.dukanya banyak menawar harga padahal itu sudah murah. mereka juga takut begal tapi mereka bisa apa, hanya bisa bersyukur.




tanggal 7 mei-Sevel Eleven

mereka asli penduduk jakarta dan pendapatannya juga sekitar Rp.100000-Rp.150000 per hari nya dan biasa mereka dapat selain dari antrian mereka juga dapat dari langganan tetap mereka. mereka memilih kerja ini karena mereka happy dengan pekerjaan mereka. suka nya dengan pekerjaan ini adalah mereka bisa kenal dengan banyak orang, dan duka nya adalah pelanggan yang minta diskon tanpa melihat keadaan sekarang,mereka juga takut begal tapi mau gimana lagi



tanggal 10 april 2015

Ojek Batusari mereka semua berdomisili di jakarta yang dimana mereka mempunyai perkejaan sampingan yaitu ojek online tapi bukan GOJEK, dan mereka juga mempunyai pendapatan yaitu Rp.100000-Rp.150000 untuk satu hari, dengan biaya segitu mereka harus memnuhi kebutuhan hidup mereka. kita juga menanyakan mengapa mereka memilih pekerjaan ini, mereka menjawab " iaa mau gak mau mas ini pekerjaan kami, daripada dirumah cuman diam, anak istri mau makan apa" dan ketika uda bertemu satu sama lain, mereka merasa nyaman dengan tempat, teman untuk setiap hari menunggu langganan, mereka seperti keluarga yang sedang bekerja sama untuk mendapatkan sesuap nasi. adapun kita menanyakan duka nya apa menjadi tukang ojek mereka menjawab ada penumpang yang tidak mau bayar ketika mereka antar ke tempat tujuan, dan juga apakah kalian takut begal. mereka menjawab semua manusia mempunyai rasa takut, tapi ini adalah pekerjaan kami dan ibadah kami..




Thursday, April 9, 2015

1.mengapa saya mengikuti kegiatan ini?
Karena ini event yang membantu untuk pihak tunanetra dan saya membantu menjadi panitia volunter dengan tujuan membantu menyukseskan acara ini dan saya sangat senang dan saya ingin membuat perbuatan baik yang mungkin dapat membuat saya menjadi bahagia dan lebih bersyukur atas yang telah saya dapatkan, dan saya dapat menjadi manusia yang lebih sadar akan lingkungan saya, dan saya lebih terbuka pikiran saya mengenai kehidupan yang menurut orang adalah sumber dari penderitaan, dan saya juga dapat belajar soft skill, dimana saya menjadi panitia volunteer di bidang transport dan keamanan,dimana saya mendapatkan mandat menjadi pIc bus 4.

2.pembelajaran apa yang saya dapatkan?
Saya daptkan soft skill yang lebih dalam dan saya belajar bagaimana mensyukuri tentang kehidupan dan saya akan lebih peduli dengan lingkungan saya sendiri.
3. Motivasi apa yang dapat diberikan kepada teman-teman yang tunanetra dan juga aktivis-
aktivis sosial untuk tunatera?
Semangat teman-teman yang kekurangan semoga kalian mendapatkan semua yang terbaik dan kesuksesaan juga dapat dikalian, dan terima kasih atas aktivis-aktivis yang telah membantu mereka dalam proses perkembangaan mereka. Dan semangat semoga karma baik kalian berbuah dengan baik...
4.


ini adalah foto yang diambil ketika kita masih sempat-sempat dalam mengurus kepulangan peserta dengan menggunakan BUS



terima kasih atas semua yang telah terjadi di event ini.. sangat LUAR BIASA!!!

Sunday, March 15, 2015

pengalaman running for leprosy

kemarin tanggal 15 maret 2015, saya mengikuti running for leprosy yang diadakan binus memalui TFI , ini adalah event yang ramai dan saya sangat senang dalam mengikutinya,kesan yang sangat berharga adalah ketika saya melihat kakek-kakek (yang bukan usia muda) mereka lari dengan penuh semangat dan tanpa ada keluh kesah dengan jarak yang lumayan jauh(5k) tapi mereka dengan senyum dan bangga.. saya disitu juga melihat anak muda yang kebanyakan lari dan sibuk dengan pacar(teman) mereka sendiri, DISITU TERKADANG SAYA MERASA SEDIH...
pesan yang bisa saya sampaikan untuk event ini adalah kita harus terus mengadakan event yang membuat masyarakat berpatisipasi dalam membantu yang membutuhkan, dan menurut saya kurang nya orang yang terkena kusta.. kebanyakan saya melihat orang yang tanpa terkena kusta, seharusnya mereka tetap ikut running dan mungkin bisa running bersama orang biasa. hmmm

Kesehatan # Istilah kustaberasal dari bahasa Sansekerta, yakni kushtha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit kusta atau lepra disebut juga Morbus Hansen, sesuai dengan nama yang menemukan kuman yaitu Dr. Gerhard Armauwer Hansen pada tahun 1874 sehingga penyakit ini disebut Morbus Hansen.

Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit 
infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa
pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata.

“Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath yang digambarkan dan sering disamakan dengan kusta.”
Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.
Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan syaraf tepi. Gejalanya memang tidak selalu tampak. Justru sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit.

Kelompok yang berisiko tinggi terkena kusta adalah yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk seperti tempat tidur yang tidak memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang buruk, dan adanya penyertaan penyakit lain seperti HIV yang dapat menekan sistem imun. Pria memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari wanita.

Kusta tipe Pausi Bacillary atau disebut juga kusta kering adalah bilamana ada bercak keputihan seperti panu dan mati rasa atau kurang merasa, permukaan bercak kering dan kasar serta tidak berkeringat, tidak tumbuh rambut/bulu, bercak pada kulit antara 1-5 tempat. Ada kerusakan saraf tepi pada satu tempat, hasil pemeriksaan bakteriologis negatif (-), Tipe kusta ini tidak menular.

Sedangkan Kusta tipe Multi Bacillary atau disebut juga kusta basah adalah bilamana bercak putih kemerahan yang tersebar satu-satu atau merata diseluruh kulit badan, terjadi penebalan dan pembengkakan pada bercak, bercak pada kulit lebih dari 5 tempat, kerusakan banyak saraf tepi dan hasil pemeriksaan bakteriologi positif (+). Tipe seperti ini sangat mudah menular.

Tanda Penyakit Kusta
Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut yaitu:
  • Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia.
  • Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.
  • Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus serta peroneus.
  • Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat.
  • Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yang tersebar pada kulit.
  • Alis rambut rontok.
  • Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa).
Gejala Umum Kusta/Lepra
Gejala-gejala umum pada kusta / lepra, reaksi :
  • Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.
  • Noreksia.
  • Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.
  • Cephalgia.
  • Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
  • Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
  • Neuritis.
  • Penyebab Penyakit Kusta
Penyebab kusta adalah kuman mycobacterium leprae. Dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang, dikelilingi oleh membran sel lilin yang merupakan ciri dari spesies Mycobacterium, berukuran panjang 1 – 8 micro, lebar 0,2 – 0,5 micro biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu, hidup dalam sel dan bersifat tahan asam (BTA) atau gram positif, tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”. Selain banyak membentuk safrifit, terdapat juga golongan organisme patogen (misalnya Mycrobacterium tuberculosis, Mycrobakterium leprae) yang menyebabkan penyakit menahun dengan menimbulkan lesi jenis granuloma infeksion. Mycobacterium leprae belum dapat dikultur pada laboratorium.
Kuman Mycobacterium Leprae menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan penderita dan melalui pernapasan, kemudian kuman membelah dalam jangka 14-21 hari dengan masa inkubasi rata-rata dua hingga lima tahun. Setelah lima tahun, tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta mulai muncul antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, rasa kesemutan bagian anggota tubuh hingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Cara Penularan Kusta
Meskipun cara penularannya yang pasti belum diketahui dengan jelas, penularan di dalam rumah tangga dan kontak/hubungan dekat dalam waktu yang lama tampaknya sangat berperan dalam penularan kusta.
Cara-cara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan tanda tanya. Yang diketahui hanya pintu keluar kuman kusta dari tubuh si penderita, yakni selaput lendir hidung. Tetapi ada yang mengatakan bahwa penularan penyakit kusta adalah:
Melalui sekresi hidung, basil yang berasal dari sekresi hidung penderita yang sudah mengering, diluar masih dapat hidup 2–7 x 24 jam.
Kontak kulit dengan kulit. Syarat-syaratnya adalah harus dibawah umur 15 tahun, keduanya harus ada lesi baik mikoskopis maupun makroskopis, dan adanya kontak yang lama dan berulang-ulang.

komitemen saya mungkin jika ada event gini lagi saya mau menjadi panitia untuk menjadi lebih baik dan bisa mengenal beberapa orang yang terkena penyakit ini dan membuat saya mungkin memiliki banyak teman dari berbagai kalangan.

sosialisasi yang mungkin bisa saya kasih tau sih. mungkin mengenalkan masyarakat terhadap kesehatan dan dimulai dari kecil.

thanks for TFI telah ngadain event yang sangat berguna banget untuk berbagai kalangan dan memberikan saya informasi tentang hal kusta..\
semoga TFI makin maju dan semoga BINUS makin menjadi universitas yang baik.
SADDHU...3X